Sabtu, 21 Desember 2013

My Dreams

Hanya ingin berbagi cerita.
Btw, ini beneran loh :D

Aku bermimpi lagi. Tentang doi. Untuk yang kedua kalinya. Aku baru sadar, tepatnya malam ini. Mimpi ini berkaitan dengan mimpi sebelumnya.

Mimpi yang pertama.

Aku sedang berada di kelas, seperti biasanya. Duduk di kursiku dan membaca novel. Itu yang kulakukan bila tak ada kerjaan. Saat itu guru tak masuk. Aku tidak mengerti bagaimana asal-muasalnya, Aku dan doi jadian. *namanya juga mimpi. mimpi kan aneh* Dia sangat romantis. Sesuai tipeku *Ups.

Kami sering pulang bersama. Dia mengantarku pulang kerumah. Padahal rumah kami tidak searah. Mungkin, karena kami pacaran, jadi itu tak jadi masalah buatnya.

Suatu hari kami pergi jalan-jalan sepulang sekolah. Kami pergi ke rumahku. Yang membuatku bingung yaitu, 'kok rumahku di Helvetia?' dekat rumah bagas dong. Aku, Doi, dan kedua temanku pergi ke rumahku yang di Helvetia. Kami duduk di bebatuan di bawah pohon mangga di rumah tetangga.

Saat kami bercakap-cakap, lewat es krim. Kami pun membelinya. Dan kami makan (atau minum) es krim.

Selesai makan (atau minum) es krim, kami berencana untuk pergi lagi. *Aku tak ingat kemana kami akan pergi karena mimpinya sudah lumayan lama.* Sebelum pergi, Aku bilang ke mereka kalau aku mau ganti baju dulu sebelum pergi. Nah, saat itu aku bingung setengah mati mau pakai baju apa. Karena, itu kali pertama aku pergi dengan doi, walau ada teman-teman juga. Tapi, tetap saja Aku ingin berpenampilan menarik di depan doi. sampai satu jam kemudian *sampai satu jam?* salah satu temanku yang wanita masuk kerumahku. dan saat itu aku belum juga bersiap-siap.

Karena lama menunggu mereka pun pulang. *Dan Aku tak ingat lagi bagaimana mimpiku, mungkin sudah berganti dengan mimpi yang lain*



Mimpi yang kedua....

Di mimpi ini terjadinya saat malam hari. Aku berkunjung kerumah doi. Nah disana, kami merayakan anniv kami. *kok bisa?*

Kami duduk di depan rumahnya. Dia membeli makanan di luar. kami pun makan di rumahnya. *ada satu hal yang gak aku ceritain. itu bisa jadi kode siapa doi sebenarnya*

waktu malam hari itu hujan lebat banget terus mati lampu. Terus dia letak lampu (nggak tau namanya) di meja. Terus, dia balik lagi kerumahnya. Saat itu ada cewek, aku kirain sepupunya datang menghampiriku. Aku coba tanya-tanya tapi dia diam aja. terus si doi datang dan berdiri tepat di tempat cewek tadi berdiri. aku cukup kaget melihatnya. ternyata cewek tadi bukan manusia.
Disitu Aku takut banget, tapi mencoba tetap santai aja. Doi nanya "kenapa?" Aku cuma geleng kepala aja. terus kita duduk di kursi depan rumah dia dan merayakan anniv kami.

terus aku nggak ingat lagi deh mimpinya.

taukan hubungan mimpi satu sama mimpi dua. mimpi satu itu kami jadian dan mimpi kedua itu kami anniv.
Aku baru sadar dan heran banget, kok bisa ya mimpinya kayak gitu. tapi serius, Aku senang banget. Sememjak mimpi yang pertama itu, aku jadi lebih sering merhatiin doi. eh, sekarang mimpi lagi tentang doi *yangkedua. Intinya, ini mimpi yang paling membahagiakan yang pernah kurasain.

Rabu, 13 November 2013

Cerita Pendek

Suatu hari seorang gadis tengah berdiri di halte untuk menunggu angkutan umum lewat. Selagi menunggu, lewatlah seorang lelaki di hadapannya dan kemudian berdiri di samping gadis itu. Karena hari sudah sangat sore, jadi tidak banyak orang yang berlalu lalang disekitar mereka. Bahkan hanya ada mereka berdua di halte tersebut.

"Mmmm, permisi." Gadis tadi menoleh menghadap si lelaki. Gadis itu menatap lelaki tadi dengan pandangan bertanya.
Lelaki itu membuka mulutnya seperti ingin berbicara tetapi kemudian menutupnya kembali. Mereka hanya diam dan saling menatap menunggu untuk berbicara.

Lalu lelaki itu berkata, "ke Amplas naik angkot berapa ya?"
Gadis itu menghela nafas mendengar pertanyaan lelaki di hadapannya. Dia sampai tidak sadar bahwa sedari tadi dia menahan nafas.

Gadis itupun menjawab, "naik angkot 48 warna biru." Lelaki tiu tersenyum ramah "terima kasih ya,"

"ya" jawab gadis itu sedatar mungkin.


_END_

Kamis, 07 November 2013

Cinta Dalam Hati

Ngomongin masalah cinta dalam hati, tadi Aku nggak sengaja dengar lagunya 'Ungu' dan langsung teringat sama doi. Dan liriknya itu ngena banget ya ke hati. Langsung deh Jleb, Galau, dan semacamnya. Nah, ini dia lirik lagunya,,,

Cinta Dalam Hati-Ungu

mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa dicintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dalam hidupmu, dalam hidupmu

telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku

ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja

Tanpa Kamu sadari, kelakuanmu, cara menolong orang, caramu membuat orang kesal dan caramu berbicara mirip dengan tokoh utama-Caraka-dalam novel 'Let Go' karya Windhy Puspita memmbuatku jatuh hati padamu.

Untuk kamu yang disana, Aku berharap semoga Aku hadir di mimpimu malam ini. Dan ketika Aku tlah berada disana, Kamu akan mendengar nyanyian hatiku dan Kamu akan tahu seberapa besar Aku menyayangimu. 


Sabtu, 02 November 2013

Rasa Ini


Tatapanmu teduh, membuatku nyaman
Mendengar suaramu membuatku tersenyum
Berdialog denganmu, membuatku salah tingkah
Dan melihatmu menatapnya membuatku sesak
Kau membuatku tak seperti diriku
Aku kesulitan setiap ingin memulai percakapan
Kata yang tersusun rapi, hilang melebur
Lidahku kelu, hanya dengan melihat tatapanmu
Tanpa kusadari, Aku menyukai semua hal pada dirimu
Tapi, Aku tak berani mengatakan
Apa yang kurasa biarlah hanya Aku yang tahu
Aku akan menyimpannya dengan rapi di dasar hatiku
Agar tak ada yang bisa menemukannya
Sampai kau sendiri yang memutuskan
Akan mencari tahu atau pergi untuk selamanya

Curhat


Curahan Hati dari manusia yang tengah mengalami depresi stadium akut.


Suatu hari, disaat saya sedang melamun, sebuah imajinasi singgah di otak saya. Kemudian saya terus memikirkannya sampai saya ingin menuangkannya ke sebuah cerita indah. Tapi, kemudian datanglah kata bingung yang melanda jiwa saya. Si bingung membuat saya tidak tahu arah dan tujuan. Saya tidak tau akan menuangkan imajinasi yang singgah ke otak saya kemana.
Lalu, saya berpikir dan kemudian bertapa untuk mendapatkan media yang bisa menjadi tempat bernaung bagi imajinasi tersebut.
Setelah masa penantian yang cukup lama, saya mendapatkan anugrah. Seseorang yang baik hati memberikan saya media tersebut. Lalu saya kembali dari pertapaan dengan senyum merekah dan membawa kabar gembira. Setelah sampai, saya tidak menemukan imajinasi. Saya tidak tahu dia kemana. Dia menghilang begitu saja tanpa kabar.
Mungkin dia lelah menunggu saya. Tapi, saya disini tidak akan lelah untuk menunggunya. Untuk imajinasi yang pernah singgah di otak saya, datanglah kapanpun kau mau. I Will Be Waiting You. Always and Forever. Because, I nedd you so much.

Minggu, 27 Oktober 2013

Aku adalah pecundang

Kata orang, setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Tetapi, sampai aku berusia enambelas aku masih tidak mengerti kelebihan apa yang ada pada diriku.
Semuanya terlihat datar.
Tidak ada bakat yang menonjol pada diriku.
Aku tidaklah pintar, aku tidaklah cantik, aku tidaklah kaya.
Aku merasa tak memiliki bakat apapun seperti Olahraga, Kesenian, dll.
Yang lebih parah lagi, aku tak memiliki banyak teman.
Aku tidak tahu cara memulai pertemanan.
Semuanya karena sikapku yang buruk.
Aku terlalu pemalu dan penakut.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Aku ingin merubah hidupku karena Aku jenuh.
Merasa tidak berguna ada didunia.
Aku adalah pecundang.

Cerpen "Percaya Padaku"

Seorang gadis yang biasa disapa Lisa tengah berjalan sendirian di koridor sekolah. Sekolah sudah sepi karena jam telah menunjukkan pukul 6 sore. Hanya ada beberapa orang di pinggir lapangan yang sedang membereskan perlengkapan seusai latihan ekstrakulikuler. 
Sampai di gerbang, Lisa melihat seorang lelaki yang tak asing baginya berada diseberang jalan dengan seorang gadis berambut hitam panjang yang memakai seragam sekolah sama sepertinya. lelaki itu adalah Deon. Kekasihnya.
Perasaan curiga menghampiri hati Lisa. Dia resah. Dan juga takut. Takut menerima kebenaran dari gosip-gosip yang sering beredar disekolahnya yang mengatakan bahwa Deon berselingkuh dengan adik kelas yang baru pindah ke sekolah dan mendadak populer dikalangan sekolah.
Lisa ingin menyebrangi jalan dan menghampiri mereka, untuk memastikan kebenaran gosip-gosip tersebut kalau saja mobil jemputannya tidak datang secepat itu. Diurungkannya keinginanannya. Lisa berpikir masih ada hari esok. Dan kemudian masuk kedalam mobil. 

Malam telah larut. Namun, dikamarnya, Lisa masih belum bisa memejamkan mata. Dia masih kepikiran tentang kejadian sore tadi. Lisa ingin menghubungi Deon guna memastikan penglihatannya. Tapi, Lisa ingat bahwa Deon sangat tidak suka jika diganggu pada malam hari, apalagi jika besok adalah hari sekolah. Sambil menatap langit-langit kamar, Lisa terbayang akan pertemuan awal mereka dalam klub drama disekolah. Lisa merupakan gadis yang pendiam kala itu.  
Lisa memasuki ruangan latihan drama di lantai 2 disekolahnya. Saat itu hanya ada lelaki dengan postur tubuh tinggi dan kulit putih bersih serta rambutnya yang sedikit ikal di dalam ruangan itu. Lisa duduk di bangku yang tersedia dan memainkan ponselnya untuk menghilagkan gugup karena terus ditatap oleh lelaki yang tidak dia ketahui namanya. Tak lama kemudian, masuk beberapa murid lain yang juga mengikuti klub drama ini. dan juga diikuti guru pembimbing klub drama. 
setelah membagi peran, ternyata Lisa mendapat peran utama dan dipasangkan dengan lelaki tadi yang bernama Deon. Lama-kelamaan mereka semakin akrab karena sering berinteraksi dalam proses latihan drama. setelah pertunjukan drama yang diadakan disekolah selesai, Deon mengajak Lisa duduk di bangku panjang di belakang panggung. "kamu percaya kalau yang kukatakan tadi sungguhan?" Lisa mengerutkan keningnya tak mengerti.  "Aku nggak ngerti ."  Deon menatap Lisa dan menggenggam tangannya  "Aku mencintaimu. dan ini sungguhan ." Lisa hanya diam tak menyahut, tetapi didalam hatinya, Ia bersorak gembira karena Lisa juga mencintai Deon. Deon akan melepaskan genggaman tangannya saat dalam beberapa detik Lisa hanya diam. tapi, Lisa menahan tangannya. "Aku juga mencintaimu ," dan Lisa mengembangkan senyumnya.
Lisa memejamkan matanya yang mulai terasa berat,

Pagi hari yang cerah, Lisa sampai disekolahnya dan berjalan memasuki kelasnya. Belum ramai murid-murid yang datang. Lisa meletakkan tasnya dan berjalan ke lantai dua menuju kelas Deon. Ketika mencapai tangga, Lisa bertemu Deon dan membalas senyuman yang diberikan Deon. "Kamu kemarin sore sama siapa?" tanya Lisa memulai percakapan. Deon tak langsung menjawab "memangnya kenapa?" "aku melihatmu di seberang sekolah dengan Dinda." 
Mereka terus berjalan samapai ke kelas Deon dan berhenti didepan kelas. "aku mengantarnya pulang" sahut Deon jujur. "kamu ada hubungan apa sama dia?" Lisa mulai meninggikan suaranya. Dia semakin resah sekarang. Dipandangnya terus wajah Deon.
"aku dan dia hanya....." bunyi bel memutuskan percakapan mereka. Lisa kembali kekelasnya dangan perasaan tak tenang. Dia butuh penjelasan. Dia sangat ingin membawa Deon ke belakang sekolah dan memaksanya menjelaskan hubungannya dengan Dinda. Tapi, tentu saja itu tak mungkin terjadi.  Jam pertama ini, dikelasnya ada ulangan Bahasa Indonesia.

Saat istirahat, Lisa tak bisa menemui Deon, karena dia harus mencari bahan materi untuk dipersentasekan pada jam selanjutnya di perpustakaaan. Ditelusurinya rak buku bagian Sosiologi. Diraihnya buku itu dan membawanya ke meja yang disediakan. sampai disana, matanya tak sengaja melihat kearah rak buku yang berisikan buku sastra yang disana terdapat Deon dan Dinda yang tengah memegang buku yang sama. mereka terlihat seperti pasangan kekasih. Hal ini mampu membuat hati Lisa kacau. Diraihnya buku yang dibawanya dan menggeser kursinya asal yang menibulkan suara yang cukup keras. Tapi dia tak peduli, Lisa berjalan keluar Perpustakaan. Deon yang melihatnya hanya menghela napas pelan. 

Selama persentase, Lisa tak banyak bicara. dia menyerahkan semua pada teman satu kelompoknya.  Gurunya sudah beberapa kali menegur Lisa karena ketidakaktifannya. Lisa tetap tidak peduli. Dia sedang kacau. Dia sedang terluka dan sakit di hatinya.
Pulang sekolah, Lisa tak seperti biasanya yang menunggu Deon untuk mengantarnya pulang. Lisa langsung berjalan keluar gerbang untuk menunggu taksi yang lewat. Sudah setengah jam lebih dia menunggu tapi taksi tak kunjung datang. sampai didengarnya suara yang familiar ditelinganya dari belakang tubuhnya "Lisa" Lisa tak ingin membalikkan kepalanya. Dia tak ingin menatap wajah Deon. Dan memilih tetap berada di posisinya. Tetapi, Deon membalikkan tubuhnya sehingga mereka berhadap-hadapan. Deon meraih pergelangan tangan Lisa dan menyuruhnya naik ke jok motornya. Lisa menurutinya. 

Mereka sampai di taman kota yang sering mereka kunjungi. selama beberapa menit, suasana hening, tak ada yang memulai percakapan. kemudian, Deon menatapnya, "Kamu kenapa jutek gitu? terus kenapa nggak nunggu aku pulang?" Lisa hanya diam, malas menjawab pertanyaan Deon. Bahkan meliriknya saja Dia enggan. "Lisa" panggil Deon lembut. "lagi badmood" jawabnya singkat. "badmood  kenapa?" tanya Deon lagi masih belum menyerah. 
"aku mau kamu jelasin hubungan kamu dengan si Dinda."
"kelihatannya kamu cemburu ya?"
"apaan sih, aku cuma nggak suka aja. bukan cemburu," Lisa memutar matanya kesal. Bibirnya yang kecil tampak mengerucut. Deon hanya terkekeh melihat tingkah Lisa yang kekanakan.
"Dinda itu adik aku,"
Lisa menatap tak percaya pada Deon. Mulutnya ternganga dan matanya melebar mendengar pernyataan dari Delon. Lisa masih belum mengerti bagaimana bisa mereka kakak beradik. Selama ini Deon tidak pernah cerita mengenai keluarganya. "kenapa nggak ngomong?"
"tadikan udah" Deon malah menatap Lisa tidak mengerti.
"maksudnya sebelum-sebelumnya. kamu nggak pernah cerita ke aku kalau ternyata kamu punya adik."
"kamu nggak nanya,"
"isshhh nyebelin banget sih"
Deon mengembangkan senyumnya melihat kekasihnya. "sekarang, percaya sama aku kan? Aku cuma cinta sama kamu" Lisa mengangguk dan tersenyum manis pada Deon.

END